Laman

Saturday, August 20, 2016

PAGER yang Melegenda!!!

Selamat malam sahabat Berbagi cerita...!!! 
Apa kabarnya nih? 
Bertemu lagi dengan manusia pencinta teknologi komunikasi, kali ini mau ngebahas tentang Pager.
Mungkin yang gak ngerasain masanya pager jadi primadona, pasti bertanya-tanya.

Pager? Apaan tuuh?

 

Pager atau Radio Panggil, merupakan alat komunikasi yang booming pada era 90-an, Pager numerik satu arah hanya dapat menerima pesan yang terdiri dari beberapa digit saja, khas layaknya sebuah nomor telepon yang digunakan penggunanya untuk menelepon. Pager alphanumerik juga tersedia dengan sistem dua arah dapat mengirim pesan melalui surat elektronik atau SMS (short message service).

Sejarah Pager
Pager ditemukan oleh Multitone Electronic pada tahun 1956 di Rumah Sakit St.Thomas, London oleh dokter-dokter yang sedang bertugas dalam kondisi darurat. Sejak itu, radio panggil berkembang. Jutaan pesan dikirimkan kepada orang-orang yang membutuhkan informasi yang cepat. Di dunia teknologi pager, ada dua kelompok yang jelas dari sistem pengoperasiannya. Ada sistem radio panggil yang hanya bisa digunakan di area rumah sakit saja seperti di Rumah Sakit St.Thomas, tetapi ada juga yang sistem penyebarannya lebih luas yaitu mencakup seluruh wilayah negara, tidak hanya berada pada area sebuah bangunan saja. Bermula beroperasi pada frekuensi AM, lalu pindah ke pola FM yang lebih dulu menjadi bentuk komunikasi yang ada di mana-mana. Dalam beberapa kasus, sebelum datangnya telepon seluler, sistem pager digunakan sebagai pengganti untuk layanan telepon lokal maupun internasional.


Saking boomingnya pager pada masa itu, duo sweat martabak menciptakan lagu bertemakan pager, dengan judul ti di dit, seperti ini penggalan liriknya.

Tidit pajerku berbunyi 
Tidit tidit begitu bunyinya 
Kadang punya pajer bikin senang 
Kadang bikin resah, kadang bikin marah

Penggunaannya pada Abad Ke-21
Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan teknologi komunikasi pun semakin canggih, pada abad ke-21 penggunaan pager kalah saing dengan telepon seluler yang lebih murah dan efisien, tetapi orang-orang yang bekerja pada situasi yang darurat seperti dokter, masih menggunakan radio panggil. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan pager masih digunakan:
  • Pager tetap digunakan untuk memberitahukan situasi darurat, contohnya : para penolong dengan sekoci dan pemadam kebakaran di Inggris.
  • Pager kebanyakan dibawa oleh staf pada bagian kesehatan karena dapat mengumpulkan mereka pada situasi yang darurat
  • Pager juga digunakan pada dunia teknologi informasi, contohnya pada kasus para teknisi perusahaan telepon, dimana terdapat gangguan layanan pada jaringan selular karena berada di luar jaringan. Oleh karena itu, di perusahaan ini, para teknisi biasanya dilengkapi dengan radio panggil/pager yang menggunakan jaringan yang dapat terjangkau dan tidak terkena gangguan. Sebagai tambahan, beberapa sistem kontrol irigasi dan sinyal-sinyal lalu lintas sekarang dikontrol oleh pengiriman pesan memalui jaringan pager.
Nah udah tau kan sejarah pager dan kegunaannya! saya harap artikel kali ini bisa bermanfaat untuk kita semua, sebagai pembelajaran bahwa sejarah perkembangan teknologi di dunia, khususnya indonesia itu unik dan beragam.

tidit..tidit..




(sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Radio_panggil)

Thursday, August 11, 2016

NGEBREAK SOSMEDNYA 80-AN

Selamat malam sahabat berbagi cerita..
Apa kabarnya nih? mudah-mudahan baik ya.. pada kesempatan ini pandu akan berbagi cerita mengenai "NGEBREAK SOSMEDNYA  80-AN"

hah ngebreak..? semacam ngejar maling..? itu sih ngeberik :D

Oke untuk memberi tahu yang belum tahu, dan untuk mengingatkan bagi yang lupa.

apa itu ngebreak?

Ngebreak semacam sosmed dengan menggunakan media alat komunikasi berupa radio amatir, seperti Handy Talky.
 

Ngebreak punya isyarat yang harus diucapkan bagi breaker (sebutan untuk orang yang ngebreak) yang baru mau ikutan gabung diajang ngobrol di radio amatir, seperti ini:

break..break..
break..break..
Apa bisa dicopy..
Rogeeerr..
Dijaman itu ngebreak jadi sangat populer dikalangan anak-anak muda kelas menengah keatas, ngebreak dijadikan media sosial untuk ajang silaturahmi, dan ada pula breaker muda yang sampai pacaran diudara dengan berbagai kodenya.

Saking populernya ngebreak pada saat itu, salah satu penyanyi indonesia Farid Hardja (Alm) mengabadikannya dalam sebuah lagu berjudul "Bercinta di Udara".

Ngebreak ditinggalkan

Banyak breaker muda mengakhiri hobinya karena sudah berkeluarga, waktunya tersita untuk mencari nafkah dan memberi perhatian kepada keluarganya, jadinya hobi yang yang satu ini harus ditinggalkan.

Ngebreak murah pake interkom

Sekitar akhir 80-an di beberapa daerah, orang-orang kreatif  berhasil membangun jalur ngbreaknya sendiri dengan peralatan uang jauh lebih murah dan terjangkau oleh banyak kalangan. 

Ngebreak lewat interkom ini bukan lagi ngebreak lewat jalur radio amatir, tetapi ditinjau dari fungsi dan perilaku penggunanya sama saja.

Penutup
  
Ngebreak saat ini pun masih ada peminatnya, walaupun tak sebanyak dulu tahun 80-an, dan kebanyakan orang yang sudah berumur, mereka masih aktif dan untuk memperpanjang tali silaturahmi tak jarang mereka mengadakan kopdar.

begitu saja informasinya... ganti...




(sumber: http://lapanpuluhan.blogspot.co.id/2006/09/break-break-dicopy-roger.html dan http://teknologisurvey.com/handy-talkie-icom-ic-v82)